GuidePedia

0
Mataram (Global FM Lombok)-

Sekira 1 juta lebih tenaga kerja NTB belum berpendidikan Strata 1 (S1). Hal itu menyebabkan Sumber Daya Manusia (SDM) NTB dinilai masih kurang memadai dan bersaing dengan daerah lain. Kondisi itu sejalan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB yang masih betah di papan nomer dua terbawah dari 33 provinsi lainnya. Salah satu cara untuk mendongkrak kualitas SDM dan IPM NTB, yakni dengan meningkatkan pendidikan.

” NTB ini masih dihadapkan pada siswa yang Drop Out (DO), buta aksara dan rendahnya angka melanjutkan ke jenjang S1. Bicara masalah pendidikan, maka ujung tombaknya adalah guru. Nah, guru di NTB ini dicetak Institute Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP). Jadi, IKIP perlu di back up pemerintah,” kata Rektor IKIP Mataram, Prof. H. Drs. Toho Cholik Mutohir, MA.,Ph.D., di Mataram, baru-baru ini.

Cholik mengutarakan, mencetak generasi NTB yang berkualitas dan berdaya saing global sangat tergantung dari kualitas tenaga pendidiknya. IKIP sebagai pencetak tenaga pendidikan di NTB menerapkan pendidikan berkarakter. Karena pendidikan yang mengedepankan ilmu dan pengetahuan ternyata tidak menjamin para generasi bangsa itu menjadi sosok yang baik. Betap tidak, banyak pemimpin di Indonesia yang terlibat kasus pidana akibat pendidikan yang salah.

Sebagai contoh saja ungkap Cholik, siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) ada yang lulus dengan cara mencontek. Ini menandakan, siswa itu tidak memiliki karakter yang baik, karena di sekolahnya mendapat didikan hanya ilmu dan pengetahuan. Ke depan, pendidikan berkarakter inilah memang yang harus dikedepankan. ” Kita harus bisa mencetak generasi yang memiliki moral karakter dan performance karakter. Jadi, pendidikan tidak boleh meninggalkan karakter ini,” terangnya. (ozi)

Post a Comment

 
Top