Mataram (Global FM Lombok)-
Aksi corat-coret kelulusan masih terjadi di beberapa kabupaten/kota di NTB. Di Kota Mataram, ratusan siswa dan siswi SMA sederajat melakukan aksi corat-coret seragam sekolah, badan dan rambutnya di beberapa titik. Aksi itu dilakukan pagi hari, setelah mereka mengetahui dirinya lulus yang diumumkan pada beberapa media cetak local. Padahal, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) hingga sekolah telah mengeluarkan larangan kepada siswa melakukan aksi tersebut saat pengumuman kelulusan, jum’at hari ini.
” Ini kan moment yang kami tunggu-tunggu, karena merasa sudah lulus. Kami sudah belajar mati-matian untuk meraih kelulusan ini, jadi ya nggak enak lah kalau tidak dirayakan. Kalau dilarang ya wajar, tapi berikan kami untuk hanya satu hari meluapkan kebahagian,” kata salah seorang siswi, Nurmala, kepada Reporter Global FM Lombok, saat aksi corat-coret di Mataram, Jum’at (24/5).
Nurmala menuturkan, pakaian seragam sekolah yang digunakan dinilai tidak layak untuk disumbangkan ke orang lain. Ia mengaku sudah membeli seragam sekolah yang baru untuk disumbangkan. Selain itu, aksi berkonvoi dengan sepa motor dengan teman-temannya hanya sekedar ikut-ikutan. ” Cuman ikut-ikutan mas, kan sayang kalau hari ini tidak dirayakan. Ini juga seragam sekalah saya yang dicorat-coret pakai pilok, spidol kan tidak layak disumbangkan,” bebernya.
Sebelumnya, Kepala Dikpora NTB, Drs. H. L. Syafi’i, MM., mengatakan pengumuman kelulusan SMA sederajat hari ini dilakukan secara serentak di NTB. Telah dikeluarkan larangan dan himbauan agar siswa tidak melakukan aksi corat-coret. tingkat kelulusan SMA/MA tahun 2013 yakni 99,65 persen. Di mana, dari total peserta 12.502 orang, lulus 12.458 orang dan tidak lulus 45 orang atau 0.35 persen. Tahun 2012 lalu tingkat kelulusan mencapai 99,55 persen dari total peserta 11.800 orang yang dinyatakan lulus 11.747 orang dan tidak lulus 53 orang atau 0,45 persen.
Di SMK lanjut Syafii, kelulusan tahun 2013 ini mencapai 99,84 persen dengan total peserta 13.476 orang dan yang lulus 13.454 orang serta tidak lulus 22 orang atau 0,16 persen. Tahun 2012 lalu kelulusan mencapai 98,88 persen. Di mana dari total peserta 13.440 orang yang lulus 13.290 orang dan tidak lulus 150 orang atau 1,12 persen. (ozi)
Aksi corat-coret kelulusan masih terjadi di beberapa kabupaten/kota di NTB. Di Kota Mataram, ratusan siswa dan siswi SMA sederajat melakukan aksi corat-coret seragam sekolah, badan dan rambutnya di beberapa titik. Aksi itu dilakukan pagi hari, setelah mereka mengetahui dirinya lulus yang diumumkan pada beberapa media cetak local. Padahal, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) hingga sekolah telah mengeluarkan larangan kepada siswa melakukan aksi tersebut saat pengumuman kelulusan, jum’at hari ini.
” Ini kan moment yang kami tunggu-tunggu, karena merasa sudah lulus. Kami sudah belajar mati-matian untuk meraih kelulusan ini, jadi ya nggak enak lah kalau tidak dirayakan. Kalau dilarang ya wajar, tapi berikan kami untuk hanya satu hari meluapkan kebahagian,” kata salah seorang siswi, Nurmala, kepada Reporter Global FM Lombok, saat aksi corat-coret di Mataram, Jum’at (24/5).
Nurmala menuturkan, pakaian seragam sekolah yang digunakan dinilai tidak layak untuk disumbangkan ke orang lain. Ia mengaku sudah membeli seragam sekolah yang baru untuk disumbangkan. Selain itu, aksi berkonvoi dengan sepa motor dengan teman-temannya hanya sekedar ikut-ikutan. ” Cuman ikut-ikutan mas, kan sayang kalau hari ini tidak dirayakan. Ini juga seragam sekalah saya yang dicorat-coret pakai pilok, spidol kan tidak layak disumbangkan,” bebernya.
Sebelumnya, Kepala Dikpora NTB, Drs. H. L. Syafi’i, MM., mengatakan pengumuman kelulusan SMA sederajat hari ini dilakukan secara serentak di NTB. Telah dikeluarkan larangan dan himbauan agar siswa tidak melakukan aksi corat-coret. tingkat kelulusan SMA/MA tahun 2013 yakni 99,65 persen. Di mana, dari total peserta 12.502 orang, lulus 12.458 orang dan tidak lulus 45 orang atau 0.35 persen. Tahun 2012 lalu tingkat kelulusan mencapai 99,55 persen dari total peserta 11.800 orang yang dinyatakan lulus 11.747 orang dan tidak lulus 53 orang atau 0,45 persen.
Di SMK lanjut Syafii, kelulusan tahun 2013 ini mencapai 99,84 persen dengan total peserta 13.476 orang dan yang lulus 13.454 orang serta tidak lulus 22 orang atau 0,16 persen. Tahun 2012 lalu kelulusan mencapai 98,88 persen. Di mana dari total peserta 13.440 orang yang lulus 13.290 orang dan tidak lulus 150 orang atau 1,12 persen. (ozi)

Post a Comment