GuidePedia

0
Mataram (Global FM Lombok)-

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Mataram, Drs. H. L. Fatwir Uzali, mengatakan, terlibatnya siswi dalam jaringan prostitusi akibat makin majunya serangan media cyber di Indonesia, khususnya NTB. Di mana, masyarakat terutama kaum muda dapat mengakses apa saja dan dapat berkomunikasi dengan siapa saja tanpa batas ruang dan waktu. Sekolah dinilai tidak akan mampu membendung itu kalau tidak dari siswa itu sendiri dan orang tuanya.

 
“Ini kan akibat majunya cyber yang memungkinkan mereka berkomunikasi dengan siapa saja. Jelas tidak bisa dibendung. Terkecuali mereka sendiri yang menahan diri. Orang tua juga hendaknya tidak memberi peluang untuk itu,” kata Drs. H. L. Fatwir Uzali, kepada Reporter Global FM Lombok, di Mataram, Jum’at (21/6).

Fatwir menuturkan, pihak sekolah telah memberikan pendidikan berkarakter yang sesuai dengan kurikulum pendidikan yang ada. Beberapa diantaranya, digelar iman dan taqwa (Imtaq) setiap seminggu sekali, pendidikan agama, sholat dhuha, pengajian dan lain sebagainya. Selain itu, digelar pendidikan ekstrakulikuler yang berbentuk kegiatan-kegiatan positif.

Peran orangtua lanjut Fatwir, sangat menentukan juga sikap anaknya. Jadi, orangtua tidak menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk membentuk karakter anaknya. Pengawasan orang tua saat di luar pelajaran sekolah atau di rumah dan lingkungan juga perlu ditingkatkan agar anak tidak bergaul tanpa batas. “Sekolah kan mengawasinya saat belajar, tapi jika siswa sudah pulang dari sekolah, itu tanggungjawab orang tuanya,” tuturnya. (ozi)

Post a Comment

 
Top