Mataram (Global FM Lombok)-
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) milik pemerintah provinsi NTB yang terletak di Jalan Tuan Guru Lopan, Labuapi Lmbok Barat (Lobar) akan dijadikan inkubator agribisnis. Seluruh pelajar SMK-PP diarahkan untuk mengolah hasil pertanian sehingga memiliki nilai jual yang bagus. Inkubator agribisnis merupakan industri kecil yang berbasis lahan praktek.
Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh) Provinsi NTB Dr Mashur di Labuapi, Lombok Barat (Lobar) Jumat (21/06) mengatakan, siswa yang telah lulus di SMK-PP ini diharapkan menjadi ahli dalam bidang pengolahan hasil pertanian. Karena selama masa pendidikan mereka terlibat langsung dalam proses pertanian itu sendiri.
”Karena ini dibawah UPTB-nya Bakorluh kami akan membuat namanya sekarang ini inkubator agribisnis. Inkubator agribisnis itu adalah industri mini yang ada disini yang berbasis laboratorium atau lahan praktek itu. Misalnya dia harus belajar melon yang berkualitas, siswa yang menanam dan mereka juga yang menjual” kata Mashur.
Ia menerangkan, provinsi NTB saat ini sangat fokus pada pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Karena itu Sumber Daya Manusia (SDM) akan dipersiapkan semaksimal mungkin untuk melaksanakan kebijakan pemerintah daerah tersebut.
Inkubator agribisni akan melahirkan siswa yang profesional didalam bidang pertanian. Meski demikian, masih adanya hambatan didalam mendukung program tersebut yaitu kurangnya sarana laboratorium yang tersedia. Di SMK-PP NTB baru terbangun tiga lokal laboratorium dari kebutuhan ideal 7 lokal ruang laboratorium. Begitu juga dengan asrama siswa masih ada kekurangan, namun akan disempurnakan secara bertahap.(ris)-
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) milik pemerintah provinsi NTB yang terletak di Jalan Tuan Guru Lopan, Labuapi Lmbok Barat (Lobar) akan dijadikan inkubator agribisnis. Seluruh pelajar SMK-PP diarahkan untuk mengolah hasil pertanian sehingga memiliki nilai jual yang bagus. Inkubator agribisnis merupakan industri kecil yang berbasis lahan praktek.
Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh) Provinsi NTB Dr Mashur di Labuapi, Lombok Barat (Lobar) Jumat (21/06) mengatakan, siswa yang telah lulus di SMK-PP ini diharapkan menjadi ahli dalam bidang pengolahan hasil pertanian. Karena selama masa pendidikan mereka terlibat langsung dalam proses pertanian itu sendiri.
”Karena ini dibawah UPTB-nya Bakorluh kami akan membuat namanya sekarang ini inkubator agribisnis. Inkubator agribisnis itu adalah industri mini yang ada disini yang berbasis laboratorium atau lahan praktek itu. Misalnya dia harus belajar melon yang berkualitas, siswa yang menanam dan mereka juga yang menjual” kata Mashur.
Ia menerangkan, provinsi NTB saat ini sangat fokus pada pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Karena itu Sumber Daya Manusia (SDM) akan dipersiapkan semaksimal mungkin untuk melaksanakan kebijakan pemerintah daerah tersebut.
Inkubator agribisni akan melahirkan siswa yang profesional didalam bidang pertanian. Meski demikian, masih adanya hambatan didalam mendukung program tersebut yaitu kurangnya sarana laboratorium yang tersedia. Di SMK-PP NTB baru terbangun tiga lokal laboratorium dari kebutuhan ideal 7 lokal ruang laboratorium. Begitu juga dengan asrama siswa masih ada kekurangan, namun akan disempurnakan secara bertahap.(ris)-

Post a Comment