GuidePedia

0
forum.kompas.com
x-mud.com - Aktif di organisasi sosial kemasyarakatan memang tak ada ruginya. Banyak pelajaran dan pengalaman yang dapat kita petik di sana. Organisasi mempertemukan kita dengan orang lain yang berasal dari latar belakang sosial berbeda. Pergulatan dalam organisasi meninggalkan pelajaran, terutama pelajaran bagaimana kita menghargai perbedaan.

Dalam organisas juga mengajarkan kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Jadi, begitu mendapat kesempatan menjadi pemimpin publik, pengalaman berorganisasi itu sangat bermanfaat. Bashaer Othman, Wali Kota termuda di dunia membuktikan hal itu.

Bashaer Othman, usianya baru 16 tahun, tapi mimpinya datang lebih awal. Yah, gadis cantik yang tengah duduk di bangku SMA kelas 1 ini menjadi Wali Kota Allar di Tepi Barat, Palaistina. Kisah sukses wali kota termuda di dunia ini berawal dari kegemarannya berorganisasi.

Mula-mula Bashaer Othman mengikiti program Pemerintah Palaistina dalam pemberdayaan kaula muda. Bashaer Othman pun terhimpun dalam sebuah organisasi pemuda kota "Youth Conflict of Ellar". Dua tahun lamanya ia memimpin organisasi kepemudaan tersebut. Banyak pengalaman dan ilmu kepemimpinan yang Bashaer Othman dapatkan.

Beragam pengalam organisasi tersebut kemudian mendorong Bashaer Othman untuk mengaplikasikannya ke dunia yang lebih luas. Bashaer Othman pun menantang Wali Kota Allar sebenarnya, Sufian Shadid agar dirinya diberi kesempatan seminggu memimpin kota tersebut. Sufian Shadid mengabulkan tantangan Bashaer Othman. Di bawah bimbingannya Bashaer Othman memimpin Kita Allar.

Waktu seminggu ternyata dirasa tak cukup. Bashaer Othman meminta tambahan waktu selama dua bulan agar bisa bekerja melayani rakyat Kota Allar. Selama Bashaer Othman memimpin, ia menunjukkan prestasi yang gemilang. Pemgetahuannya yang luas tentang persoalan ekonomi, sosial, politik, dan pemerintahan membuat Bashaer Othman semakin dikagumi.

Bashaer Othman menerapkan kebijakan partisipatif kaum muda. Kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam pemerintahan ia terapkan. Terbukti, anggota Dewan Kota berjumlah 10 diganti oleh pemuda dengan komposisi 5 laki-laki dan 5 perempuan. Anggota Dewan kota membantu Bashaer Othman menjalankan pemerintahan. Dan mereka dipilih langsung oleh penduduk kota setelah bersaing dengan 1000 pemuda lainnya.

Bashaer Othman telah memberikan pelajaran bagi kita semua, terutama kaula muda, jangan takut bermimpi. Dan jadikanlah organisasi sebagai wahana penempaan diri. Jadikan organisasi sebagai wadah menghargai perbedaan, terutama perbedaan pendapat. Selanjutnya semoga menjadi pemimpin yang bijaksana. (MD)

Sumber: Berbagai Media

Post a Comment

 
Top