![]() |
| gulf-times.com |
x-mud.com - Palestina, mendengar nama negara kecil di Timur Tengah tersebut, pikiran kita langsung membayangkan konflik dan peperangan berkepanjangan. Di tengah terpaan konflik mendera, Palestina selalu bangkit dari keterpurukan. Di negeri itu melahirkan manusia-manusia dengan prestasi mendunia.
Eqbal Mahmoud, seorang gadis muda Palestina, belum genap berusia 20 tahun telah memecahkan rekor Guinness Book sebagai dokter termuda di dunia. Gelar dokter tersebut diperoleh Eqbal Mahmoud dari Weill Cornel Medical Collage di Qatar, adalah sebuah perguruan tinggi kedokteran terbaik dunia.
Eqbal Mahmoud sebelumnya juga memecahkan rekor sebagai mahasiswa termuda di dunia. Pada saat Eqbal Mahmoud diterima di Weill Cornel Medical Collage, usianya baru 13 tahun.
Prestasi gemilang yang diperoleh Eqbal Mahmoud tak membuatnya tergiur hidup bergelimang harta di negeri orang. Sebagai dokter termuda dunia, tamatan perguruan tinggi terbaik dunia, sudah pasti gampang mendapatkan tempat di rumah sakit-rumah sakit terbaik dunia. Tentu akan mendapat imbalan setimpal.
Eqbal Mahmoud memilih untuk pulang ke negeri Palestina untuk mengabdikan ilmu pengetahuannya di sana. Ia berencana membantu anak-anak Palestina mendapatkan pendidikan yang baik. Kecintaan pada anak membuat Eqbal Mahmoud berencana melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis anak.
Selain Eqbal Mahmoud pemecah rekor dokter termuda di dunia, Palestina juga punya Bashaer Othman, gadis 16 tahun sebagai Wali Kota termuda di dunia. Bashaer Othman memimpin Kota Allar di Tepi Barat Palestina. (MD)
Eqbal Mahmoud, seorang gadis muda Palestina, belum genap berusia 20 tahun telah memecahkan rekor Guinness Book sebagai dokter termuda di dunia. Gelar dokter tersebut diperoleh Eqbal Mahmoud dari Weill Cornel Medical Collage di Qatar, adalah sebuah perguruan tinggi kedokteran terbaik dunia.
Eqbal Mahmoud sebelumnya juga memecahkan rekor sebagai mahasiswa termuda di dunia. Pada saat Eqbal Mahmoud diterima di Weill Cornel Medical Collage, usianya baru 13 tahun.
Prestasi gemilang yang diperoleh Eqbal Mahmoud tak membuatnya tergiur hidup bergelimang harta di negeri orang. Sebagai dokter termuda dunia, tamatan perguruan tinggi terbaik dunia, sudah pasti gampang mendapatkan tempat di rumah sakit-rumah sakit terbaik dunia. Tentu akan mendapat imbalan setimpal.
Eqbal Mahmoud memilih untuk pulang ke negeri Palestina untuk mengabdikan ilmu pengetahuannya di sana. Ia berencana membantu anak-anak Palestina mendapatkan pendidikan yang baik. Kecintaan pada anak membuat Eqbal Mahmoud berencana melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis anak.
Selain Eqbal Mahmoud pemecah rekor dokter termuda di dunia, Palestina juga punya Bashaer Othman, gadis 16 tahun sebagai Wali Kota termuda di dunia. Bashaer Othman memimpin Kota Allar di Tepi Barat Palestina. (MD)
Sumber: Berbagai Sumber

Post a Comment