Lubang sempit menjadi tantangan awal yang harus dilalui saat
menyusuri gua ini. Setapak demi setapak langkah yang dilewati terasa
mengundang sensasi ketika melihat isi di dalam gua yang konon dijadikan
tempat pelarian dan persembunyian para penyiar Islam. Inilah Gua Liang
Petang yang terdapat di Desa Batu Tering, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Berjarak
30 kilometer dari Kota Sumbawa Besar, Gua Liang Petang menjadi objek
wisata yang bisa memacu adrenalin saat memasukinya. Kewaspadaan dalam
melangkahkan kaki dan pandangan mata yang lebih tajam harus Anda jaga
saat berjalan menjelajahi isi gua dengan kedalaman mencapai 80
kilometer.
“Liang petang” merupakan perpaduan dari “liang” yang
berarti gua atau lubang dan “petang” yang memiliki arti malam atau
gelap. Sesuai namanya, gua ini memang sangat gelap. Senter menjadi alat
yang wajib Anda bawa jika ingin melihat keindahan di dalam gua.
Ketika
berjalan menelusuri gua, dapat terlihat kamar-kamar yang dijadikan
tempat beristirahat para penyebar syiar Islam. Tidak hanya itu, di dalam
gua juga terdapat tempat yang dikhususkan untuk bertapa. Bahkan, ada
pula batu yang bentuknya seperti makam.
Bebatuan stalaktit yang telah tercipta sejak ratusan tahun lalu
menjadi pemandangan eksotis dan indah untuk disaksikan di gua ini.
Bentuknya yang beragam dan unik menjadi dekorasi yang indah untuk
dipandang. Sekawanan kelelawar yang beterbangan menjadi teman setia
selama di dalam gua.
Untuk mencapai Gua Liang Petang, Anda bisa
menggunakan sepeda motor dari Desa Batu Tering. Pemandangan padang
savana khas alam Sumbawa akan menjadi teman perjalanan menuju gua ini.
Kita juga harus berjalan kaki dan mendaki bukit selama kurang lebih 10
menit sebelum akhirnya Gua Liang menyambut kedatangan. [Riky/IndonesiaKaya]
Sumber: indonesiakaya.com

Post a Comment