Terbuat dari daun pandan yang disilangkan menjadi satu, terbentuklah
kerajinan tikar yang indah khas masyarakat Desa Tepal, Sumbawa. Inilah beranyam, salah satu tradisi khas wanita-wanita dari salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat.
Kebiasaan
kaum wanita Desa Tepal dalam mengisi waktu senggang membuahkan hasil
kerajinan tikar yang sangat indah untuk dilihat. Anyaman terbuat dari
daun pandan yang telah melalui proses penjemuran dirangkai menjadi satu
sehingga menghasilkan sebuah tikar.
Beranyam biasanya
dilakukan kaum wanita di desa ini saat musim penghujan datang.
Perkebunan dan persawahan yang telah dikelola saat musim semi membuat
kegiatan menjadi lebih sedikit. Karenanya, kaum wanita mengisi waktu
luang dengan beranyam.
Tikar yang telah jadi biasanya
digunakan masyarakat untuk alas tidur atau menjadi penghias rumah
mereka. Pada acara-acara tertentu, tikar yang mempunyai motif
garis-garis ini digunakan sebagai alas duduk para tamu. [Riky/IndonesiaKaya]
Sumber: indonesiakaya.com

Post a Comment